Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd
Mapel : Penjaskes
Hari / tanggal : Senin, 10 Agustus 2026
Kelas : XI IPA 4
Materi : Atletik ( lari Sprint dan Lari Estafet )
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian atletik pada remaja dengan benar.
2. Mempraktikkan teknik dasar aletik
3. Menjalankan simulasi perlombaan atletik
๐ Pengertian Atletik Atletik adalah cabang olahraga yang terdiri atas nomor jalan, lari, lompat, dan lempar, serta menjadi dasar bagi banyak cabang olahraga lainnya.
๐ Nomor-Nomor Atletik
Jalan cepat
Lari (sprint, jarak menengah, jarak jauh, estafet, lari gawang)
Lompat (lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, lompat galah)
Lempar (tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil)
๐ Teknik Dasar yang Dipelajari
Lari Sprint (100–400 m):
Start jongkok
Teknik berlari
Memasuki garis finis
Lompat Jauh:
Awalan
Tolakan
Melayang
Mendarat
Tolak Peluru:
Cara memegang peluru
Sikap awal
Gerakan menolak
Sikap akhir
๐ Peraturan Dasar
Menggunakan perlengkapan yang sesuai.
Mematuhi aba-aba wasit.
Tidak melakukan pelanggaran, seperti false start pada lari atau menginjak papan tumpuan pada lompat jauh.
๐Nilai-Nilai Karakter
Disiplin
Sportivitas
Percaya diri
Kerja sama
Tanggung jawab
Aktivitas Pembelajaran
Pemanasan.
Latihan teknik dasar secara berkelompok.
Praktik nomor atletik (lari, lompat, atau tolak peluru).
Pendinginan dan refleksi.
๐ Penilaian
Sikap: Disiplin, sportivitas, kerja sama.
Pengetahuan: Pengertian, teknik, dan peraturan atletik.
Keterampilan: Kemampuan mempraktikkan teknik dengan benar.
Refleksi Pembelajaran Lari Estafet – Kelas XII IPA 3
Pembelajaran lari estafet di kelas XII IPA 3 secara umum berjalan dengan baik dan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan praktik. Sebagian besar siswa sudah mampu memahami konsep dasar lari estafet, seperti teknik berlari, cara memegang dan memberikan tongkat, serta pentingnya kerja sama dalam satu tim.
Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa kendala, terutama pada koordinasi dan ketepatan saat pergantian tongkat. Beberapa siswa masih kurang percaya diri dalam menentukan waktu mulai berlari maupun saat menerima tongkat, sehingga pergantian terkadang kurang efektif. Selain itu, komunikasi antaranggota kelompok masih perlu ditingkatkan agar proses pergantian tongkat dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Dari kegiatan tersebut, siswa dapat memahami bahwa keberhasilan lari estafet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu dalam berlari, tetapi juga oleh kerja sama, komunikasi, kekompakan, ketepatan teknik, dan tanggung jawab setiap anggota tim.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pembelajaran lari estafet di kelas XII IPA 3 berlangsung cukup baik. Siswa telah memperoleh pengalaman dalam menerapkan teknik dasar lari estafet secara langsung dan memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai hasil yang optimal. Ke depan, latihan perlu lebih difokuskan pada teknik pergantian tongkat, koordinasi antar pelari, dan peningkatan kecepatan serta ketepatan dalam pergantian tongkat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar