Selasa, 08 September 2026

XII IPA 2

 

Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd
Mapel : Penjaskes 
Hari / tanggal : Selasa, 08 September 2026
Kelas : XII IPA dan IPS
Materi : Permainan Bola Besar melalui sepakbola


Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

  • Menjelaskan konsep, peraturan, dan prinsip dasar permainan sepak bola dengan benar.
  • Menganalisis teknik dasar sepak bola, meliputi passing, controlling, dribbling, shooting, dan heading.
  • Mempraktikkan kombinasi teknik dasar sepak bola dalam situasi permainan secara efektif.
  • Menerapkan strategi dan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan sepak bola.
  • Menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat sesuai kondisi pertandingan.
  • Menunjukkan kerja sama, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas selama permainan.
  • Meningkatkan kebugaran jasmani melalui aktivitas permainan sepak bola.
  • Mengevaluasi kemampuan dan hasil permainan untuk memperbaiki teknik serta strategi secara berkelanjutan. 
  • https://youtu.be/YAt-ihxjjVc?si=5Fm6WuIKS5c5Cj6G

    Pengertian Permainan Sepak Bola Sepak bola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan mencegah lawan mencetak gol.

    Permainan sepak bola mengutamakan keterampilan teknik, kerja sama tim, strategi, taktik, kondisi fisik, komunikasi, dan sportivitas. Dalam pembelajaran kelas XII, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan teknik dasar, tetapi juga mampu menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat.


    2. Teknik Dasar Sepak Bola

    a. Passing

    Passing adalah teknik mengoper bola kepada teman satu tim.

    Passing dapat dilakukan menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Kaki bagian luar.
    • Punggung kaki.
    • Telapak kaki untuk situasi tertentu.

    Tujuan passing: mempertahankan penguasaan bola, membangun serangan, memindahkan arah permainan, dan memberikan bola kepada pemain yang berada pada posisi lebih menguntungkan.

    Hal yang perlu diperhatikan:

    1. Pandangan melihat sasaran.
    2. Kaki tumpu berada di samping bola.
    3. Kaki yang digunakan mengoper mengenai bagian bola yang tepat.
    4. Gerakan dilanjutkan setelah bola ditendang.

    b. Control

    Control adalah teknik menerima dan menguasai bola agar bola berada dalam kendali pemain.

    Bola dapat dikontrol menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Telapak kaki.
    • Punggung kaki.
    • Paha.
    • Dada.

    Tujuan control adalah menghentikan atau mengurangi kecepatan bola sehingga pemain dapat menentukan tindakan berikutnya, seperti passing, dribbling, atau shooting.


    c. Dribbling

    Dribbling adalah teknik membawa bola dengan menggunakan kaki sambil bergerak menuju ruang tertentu.

    Dribbling dapat digunakan untuk:

    • Melewati lawan.
    • Mencari ruang kosong.
    • Membawa bola ke daerah pertahanan lawan.
    • Mempertahankan penguasaan bola.

    Dalam melakukan dribbling, pemain harus mampu mengontrol kecepatan dan arah bola serta memperhatikan posisi teman dan lawan.


    d. Shooting

    Shooting adalah teknik menendang bola ke arah gawang dengan tujuan mencetak gol.

    Shooting dapat dilakukan menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki, maupun bagian kaki lainnya sesuai situasi.

    Hal penting dalam shooting:

    • Perhatikan posisi penjaga gawang.
    • Tentukan sasaran.
    • Gunakan kekuatan yang sesuai.
    • Jaga keseimbangan tubuh.
    • Lakukan gerakan lanjutan setelah menendang.

    e. Heading

    Heading adalah teknik memainkan atau mengarahkan bola menggunakan kepala.

    Heading dapat digunakan untuk:

    • Mengoper bola.
    • Menghalau serangan.
    • Menerima bola.
    • Mencetak gol.

    Pemain harus menggunakan bagian dahi untuk melakukan heading dan tetap memperhatikan arah datangnya bola.


    3. Kombinasi Teknik Dasar

    Dalam permainan sebenarnya, teknik dasar tidak dilakukan secara terpisah. Pemain harus mampu mengombinasikan beberapa teknik.

    Contohnya:

    Passing → Control → Dribbling → Passing → Shooting

    Kombinasi tersebut memungkinkan sebuah tim membangun serangan secara terorganisasi.

    Peserta didik dapat melakukan latihan dalam kelompok melalui pola passing dan pergerakan, kemudian dilanjutkan dengan permainan sederhana.


    4. Strategi Menyerang

    Strategi menyerang merupakan cara yang digunakan sebuah tim untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk strategi menyerang antara lain:

    a. Membuka Ruang

    Pemain bergerak menjauh dari penjagaan lawan untuk menciptakan ruang bagi dirinya atau rekan satu tim.

    b. Pergerakan Tanpa Bola

    Pemain tidak selalu harus membawa bola. Pergerakan tanpa bola sangat penting untuk menarik pemain lawan dan menciptakan peluang.

    c. Serangan Melalui Sayap

    Serangan dilakukan melalui sisi kanan atau kiri lapangan untuk kemudian memberikan umpan ke daerah pertahanan lawan.

    d. Counter Attack

    Counter attack atau serangan balik dilakukan dengan cepat setelah tim berhasil merebut bola dari lawan.

    Kunci serangan balik adalah kecepatan, ketepatan passing, dan pengambilan keputusan.


    5. Strategi Bertahan

    Strategi bertahan bertujuan mencegah lawan menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk pertahanan:

    a. Man-to-Man Marking

    Setiap pemain bertanggung jawab menjaga pemain lawan tertentu.

    b. Zone Defense

    Pemain bertanggung jawab menjaga area tertentu di lapangan, bukan hanya mengikuti satu pemain lawan.

    c. Pressing

    Pressing adalah usaha memberikan tekanan kepada pemain lawan yang sedang menguasai bola agar melakukan kesalahan atau kehilangan bola.

    d. Intercept

    Intercept adalah usaha memotong atau merebut bola yang sedang dioper oleh lawan.


    6. Formasi Permainan

    Formasi merupakan susunan posisi pemain dalam sebuah tim.

    Beberapa formasi yang dapat dikenalkan kepada peserta didik:

    4-4-2

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 4 pemain tengah.
    • 2 pemain depan.

    Formasi ini relatif seimbang antara pertahanan dan serangan.

    4-3-3

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 3 pemain tengah.
    • 3 pemain depan.

    Formasi ini lebih menekankan permainan menyerang dan pemanfaatan lebar lapangan.

    4-2-3-1

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 2 gelandang bertahan.
    • 3 gelandang menyerang.
    • 1 penyerang.

    Formasi ini memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.


    7. Peraturan Dasar Sepak Bola

    Peserta didik perlu memahami beberapa peraturan dasar, seperti:

    • Permainan dimainkan oleh dua tim.
    • Setiap tim berusaha memasukkan bola ke gawang lawan.
    • Pemain selain penjaga gawang tidak boleh memainkan bola dengan tangan secara sengaja.
    • Bola keluar melalui garis samping dilanjutkan dengan throw-in.
    • Bola keluar melalui garis gawang setelah menyentuh pemain bertahan dapat menghasilkan tendangan sudut.
    • Pelanggaran tertentu dapat menghasilkan tendangan bebas atau penalti.
    • Pemain dapat menerima kartu kuning atau kartu merah sesuai jenis pelanggaran.
    • Pemain harus memahami aturan offside.

    8. Kerja Sama dan Komunikasi

    Sepak bola bukan hanya tentang kemampuan individu. Keberhasilan sebuah tim sangat dipengaruhi oleh kerja sama antarpemain.

    Kerja sama dapat dilakukan melalui:

    • Komunikasi saat pertandingan.
    • Saling memberikan dukungan.
    • Menempati posisi sesuai tugas.
    • Membantu teman ketika kehilangan bola.
    • Melakukan koordinasi ketika menyerang dan bertahan.

    Contoh: ketika seorang pemain melakukan pressing terhadap lawan, pemain lain harus memberikan cover agar ruang di belakang pemain tersebut tidak mudah dimanfaatkan lawan.


    9. Sportivitas dalam Permainan

    Sportivitas merupakan sikap penting dalam pembelajaran sepak bola.

    Peserta didik diharapkan mampu:

    • Mematuhi peraturan.
    • Menghormati keputusan wasit.
    • Menghargai lawan.
    • Tidak melakukan tindakan kekerasan.
    • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.
    • Menghargai teman satu tim.
    • Bermain secara jujur dan bertanggung jawab.

    10. Penerapan dalam Permainan

    Setelah mempelajari teknik dan strategi, peserta didik menerapkannya melalui small-sided game atau permainan yang dimodifikasi.

    Contoh:

    Permainan 5 vs 5

    • Passing maksimal 3 sentuhan.
    • Tim harus melakukan minimal 3 passing sebelum shooting.
    • Pemain mendapatkan poin tambahan jika berhasil mencetak gol melalui kombinasi passing.
    • Peserta didik bergantian memainkan posisi menyerang dan bertahan.

    Melalui permainan tersebut, peserta didik belajar menganalisis situasi, mengambil keputusan, bekerja sama, berkomunikasi, dan menerapkan teknik dalam situasi nyata.

  • XII IPS 1

     

    Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd
    Mapel : Penjaskes 
    Hari / tanggal : Selasa, 11 Agustus 2026
    Kelas : XII IPA dan IPS
    Materi : Permainan Bola Besar melalui sepakbola


    Tujuan Pembelajaran
    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

  • Menjelaskan konsep, peraturan, dan prinsip dasar permainan sepak bola dengan benar.
  • Menganalisis teknik dasar sepak bola, meliputi passing, controlling, dribbling, shooting, dan heading.
  • Mempraktikkan kombinasi teknik dasar sepak bola dalam situasi permainan secara efektif.
  • Menerapkan strategi dan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan sepak bola.
  • Menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat sesuai kondisi pertandingan.
  • Menunjukkan kerja sama, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas selama permainan.
  • Meningkatkan kebugaran jasmani melalui aktivitas permainan sepak bola.
  • Mengevaluasi kemampuan dan hasil permainan untuk memperbaiki teknik serta strategi secara berkelanjutan. 
  • https://youtu.be/YAt-ihxjjVc?si=5Fm6WuIKS5c5Cj6G

    Pengertian Permainan Sepak Bola Sepak bola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan mencegah lawan mencetak gol.

    Permainan sepak bola mengutamakan keterampilan teknik, kerja sama tim, strategi, taktik, kondisi fisik, komunikasi, dan sportivitas. Dalam pembelajaran kelas XII, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan teknik dasar, tetapi juga mampu menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat.


    2. Teknik Dasar Sepak Bola

    a. Passing

    Passing adalah teknik mengoper bola kepada teman satu tim.

    Passing dapat dilakukan menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Kaki bagian luar.
    • Punggung kaki.
    • Telapak kaki untuk situasi tertentu.

    Tujuan passing: mempertahankan penguasaan bola, membangun serangan, memindahkan arah permainan, dan memberikan bola kepada pemain yang berada pada posisi lebih menguntungkan.

    Hal yang perlu diperhatikan:

    1. Pandangan melihat sasaran.
    2. Kaki tumpu berada di samping bola.
    3. Kaki yang digunakan mengoper mengenai bagian bola yang tepat.
    4. Gerakan dilanjutkan setelah bola ditendang.

    b. Control

    Control adalah teknik menerima dan menguasai bola agar bola berada dalam kendali pemain.

    Bola dapat dikontrol menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Telapak kaki.
    • Punggung kaki.
    • Paha.
    • Dada.

    Tujuan control adalah menghentikan atau mengurangi kecepatan bola sehingga pemain dapat menentukan tindakan berikutnya, seperti passing, dribbling, atau shooting.


    c. Dribbling

    Dribbling adalah teknik membawa bola dengan menggunakan kaki sambil bergerak menuju ruang tertentu.

    Dribbling dapat digunakan untuk:

    • Melewati lawan.
    • Mencari ruang kosong.
    • Membawa bola ke daerah pertahanan lawan.
    • Mempertahankan penguasaan bola.

    Dalam melakukan dribbling, pemain harus mampu mengontrol kecepatan dan arah bola serta memperhatikan posisi teman dan lawan.


    d. Shooting

    Shooting adalah teknik menendang bola ke arah gawang dengan tujuan mencetak gol.

    Shooting dapat dilakukan menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki, maupun bagian kaki lainnya sesuai situasi.

    Hal penting dalam shooting:

    • Perhatikan posisi penjaga gawang.
    • Tentukan sasaran.
    • Gunakan kekuatan yang sesuai.
    • Jaga keseimbangan tubuh.
    • Lakukan gerakan lanjutan setelah menendang.

    e. Heading

    Heading adalah teknik memainkan atau mengarahkan bola menggunakan kepala.

    Heading dapat digunakan untuk:

    • Mengoper bola.
    • Menghalau serangan.
    • Menerima bola.
    • Mencetak gol.

    Pemain harus menggunakan bagian dahi untuk melakukan heading dan tetap memperhatikan arah datangnya bola.


    3. Kombinasi Teknik Dasar

    Dalam permainan sebenarnya, teknik dasar tidak dilakukan secara terpisah. Pemain harus mampu mengombinasikan beberapa teknik.

    Contohnya:

    Passing → Control → Dribbling → Passing → Shooting

    Kombinasi tersebut memungkinkan sebuah tim membangun serangan secara terorganisasi.

    Peserta didik dapat melakukan latihan dalam kelompok melalui pola passing dan pergerakan, kemudian dilanjutkan dengan permainan sederhana.


    4. Strategi Menyerang

    Strategi menyerang merupakan cara yang digunakan sebuah tim untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk strategi menyerang antara lain:

    a. Membuka Ruang

    Pemain bergerak menjauh dari penjagaan lawan untuk menciptakan ruang bagi dirinya atau rekan satu tim.

    b. Pergerakan Tanpa Bola

    Pemain tidak selalu harus membawa bola. Pergerakan tanpa bola sangat penting untuk menarik pemain lawan dan menciptakan peluang.

    c. Serangan Melalui Sayap

    Serangan dilakukan melalui sisi kanan atau kiri lapangan untuk kemudian memberikan umpan ke daerah pertahanan lawan.

    d. Counter Attack

    Counter attack atau serangan balik dilakukan dengan cepat setelah tim berhasil merebut bola dari lawan.

    Kunci serangan balik adalah kecepatan, ketepatan passing, dan pengambilan keputusan.


    5. Strategi Bertahan

    Strategi bertahan bertujuan mencegah lawan menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk pertahanan:

    a. Man-to-Man Marking

    Setiap pemain bertanggung jawab menjaga pemain lawan tertentu.

    b. Zone Defense

    Pemain bertanggung jawab menjaga area tertentu di lapangan, bukan hanya mengikuti satu pemain lawan.

    c. Pressing

    Pressing adalah usaha memberikan tekanan kepada pemain lawan yang sedang menguasai bola agar melakukan kesalahan atau kehilangan bola.

    d. Intercept

    Intercept adalah usaha memotong atau merebut bola yang sedang dioper oleh lawan.


    6. Formasi Permainan

    Formasi merupakan susunan posisi pemain dalam sebuah tim.

    Beberapa formasi yang dapat dikenalkan kepada peserta didik:

    4-4-2

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 4 pemain tengah.
    • 2 pemain depan.

    Formasi ini relatif seimbang antara pertahanan dan serangan.

    4-3-3

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 3 pemain tengah.
    • 3 pemain depan.

    Formasi ini lebih menekankan permainan menyerang dan pemanfaatan lebar lapangan.

    4-2-3-1

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 2 gelandang bertahan.
    • 3 gelandang menyerang.
    • 1 penyerang.

    Formasi ini memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.


    7. Peraturan Dasar Sepak Bola

    Peserta didik perlu memahami beberapa peraturan dasar, seperti:

    • Permainan dimainkan oleh dua tim.
    • Setiap tim berusaha memasukkan bola ke gawang lawan.
    • Pemain selain penjaga gawang tidak boleh memainkan bola dengan tangan secara sengaja.
    • Bola keluar melalui garis samping dilanjutkan dengan throw-in.
    • Bola keluar melalui garis gawang setelah menyentuh pemain bertahan dapat menghasilkan tendangan sudut.
    • Pelanggaran tertentu dapat menghasilkan tendangan bebas atau penalti.
    • Pemain dapat menerima kartu kuning atau kartu merah sesuai jenis pelanggaran.
    • Pemain harus memahami aturan offside.

    8. Kerja Sama dan Komunikasi

    Sepak bola bukan hanya tentang kemampuan individu. Keberhasilan sebuah tim sangat dipengaruhi oleh kerja sama antarpemain.

    Kerja sama dapat dilakukan melalui:

    • Komunikasi saat pertandingan.
    • Saling memberikan dukungan.
    • Menempati posisi sesuai tugas.
    • Membantu teman ketika kehilangan bola.
    • Melakukan koordinasi ketika menyerang dan bertahan.

    Contoh: ketika seorang pemain melakukan pressing terhadap lawan, pemain lain harus memberikan cover agar ruang di belakang pemain tersebut tidak mudah dimanfaatkan lawan.


    9. Sportivitas dalam Permainan

    Sportivitas merupakan sikap penting dalam pembelajaran sepak bola.

    Peserta didik diharapkan mampu:

    • Mematuhi peraturan.
    • Menghormati keputusan wasit.
    • Menghargai lawan.
    • Tidak melakukan tindakan kekerasan.
    • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.
    • Menghargai teman satu tim.
    • Bermain secara jujur dan bertanggung jawab.

    10. Penerapan dalam Permainan

    Setelah mempelajari teknik dan strategi, peserta didik menerapkannya melalui small-sided game atau permainan yang dimodifikasi.

    Contoh:

    Permainan 5 vs 5

    • Passing maksimal 3 sentuhan.
    • Tim harus melakukan minimal 3 passing sebelum shooting.
    • Pemain mendapatkan poin tambahan jika berhasil mencetak gol melalui kombinasi passing.
    • Peserta didik bergantian memainkan posisi menyerang dan bertahan.

    Melalui permainan tersebut, peserta didik belajar menganalisis situasi, mengambil keputusan, bekerja sama, berkomunikasi, dan menerapkan teknik dalam situasi nyata.


  • Senin, 07 September 2026

    Permainan Sepakbola

    Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd
    Mapel : Penjaskes 
    Hari / tanggal : Senin, 10 Agustus 2026
    Kelas : XII IPA dan IPS
    Materi : Permainan Bola Besar melalui sepakbola


    Tujuan Pembelajaran
    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

  • Menjelaskan konsep, peraturan, dan prinsip dasar permainan sepak bola dengan benar.
  • Menganalisis teknik dasar sepak bola, meliputi passing, controlling, dribbling, shooting, dan heading.
  • Mempraktikkan kombinasi teknik dasar sepak bola dalam situasi permainan secara efektif.
  • Menerapkan strategi dan taktik menyerang maupun bertahan dalam permainan sepak bola.
  • Menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat sesuai kondisi pertandingan.
  • Menunjukkan kerja sama, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas selama permainan.
  • Meningkatkan kebugaran jasmani melalui aktivitas permainan sepak bola.
  • Mengevaluasi kemampuan dan hasil permainan untuk memperbaiki teknik serta strategi secara berkelanjutan. 
  • https://youtu.be/YAt-ihxjjVc?si=5Fm6WuIKS5c5Cj6G

    Pengertian Permainan Sepak Bola Sepak bola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan mencegah lawan mencetak gol.

    Permainan sepak bola mengutamakan keterampilan teknik, kerja sama tim, strategi, taktik, kondisi fisik, komunikasi, dan sportivitas. Dalam pembelajaran kelas XII, peserta didik tidak hanya dituntut mampu melakukan teknik dasar, tetapi juga mampu menganalisis situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat.


    2. Teknik Dasar Sepak Bola

    a. Passing

    Passing adalah teknik mengoper bola kepada teman satu tim.

    Passing dapat dilakukan menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Kaki bagian luar.
    • Punggung kaki.
    • Telapak kaki untuk situasi tertentu.

    Tujuan passing: mempertahankan penguasaan bola, membangun serangan, memindahkan arah permainan, dan memberikan bola kepada pemain yang berada pada posisi lebih menguntungkan.

    Hal yang perlu diperhatikan:

    1. Pandangan melihat sasaran.
    2. Kaki tumpu berada di samping bola.
    3. Kaki yang digunakan mengoper mengenai bagian bola yang tepat.
    4. Gerakan dilanjutkan setelah bola ditendang.

    b. Control

    Control adalah teknik menerima dan menguasai bola agar bola berada dalam kendali pemain.

    Bola dapat dikontrol menggunakan:

    • Kaki bagian dalam.
    • Telapak kaki.
    • Punggung kaki.
    • Paha.
    • Dada.

    Tujuan control adalah menghentikan atau mengurangi kecepatan bola sehingga pemain dapat menentukan tindakan berikutnya, seperti passing, dribbling, atau shooting.


    c. Dribbling

    Dribbling adalah teknik membawa bola dengan menggunakan kaki sambil bergerak menuju ruang tertentu.

    Dribbling dapat digunakan untuk:

    • Melewati lawan.
    • Mencari ruang kosong.
    • Membawa bola ke daerah pertahanan lawan.
    • Mempertahankan penguasaan bola.

    Dalam melakukan dribbling, pemain harus mampu mengontrol kecepatan dan arah bola serta memperhatikan posisi teman dan lawan.


    d. Shooting

    Shooting adalah teknik menendang bola ke arah gawang dengan tujuan mencetak gol.

    Shooting dapat dilakukan menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki, maupun bagian kaki lainnya sesuai situasi.

    Hal penting dalam shooting:

    • Perhatikan posisi penjaga gawang.
    • Tentukan sasaran.
    • Gunakan kekuatan yang sesuai.
    • Jaga keseimbangan tubuh.
    • Lakukan gerakan lanjutan setelah menendang.

    e. Heading

    Heading adalah teknik memainkan atau mengarahkan bola menggunakan kepala.

    Heading dapat digunakan untuk:

    • Mengoper bola.
    • Menghalau serangan.
    • Menerima bola.
    • Mencetak gol.

    Pemain harus menggunakan bagian dahi untuk melakukan heading dan tetap memperhatikan arah datangnya bola.


    3. Kombinasi Teknik Dasar

    Dalam permainan sebenarnya, teknik dasar tidak dilakukan secara terpisah. Pemain harus mampu mengombinasikan beberapa teknik.

    Contohnya:

    Passing → Control → Dribbling → Passing → Shooting

    Kombinasi tersebut memungkinkan sebuah tim membangun serangan secara terorganisasi.

    Peserta didik dapat melakukan latihan dalam kelompok melalui pola passing dan pergerakan, kemudian dilanjutkan dengan permainan sederhana.


    4. Strategi Menyerang

    Strategi menyerang merupakan cara yang digunakan sebuah tim untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk strategi menyerang antara lain:

    a. Membuka Ruang

    Pemain bergerak menjauh dari penjagaan lawan untuk menciptakan ruang bagi dirinya atau rekan satu tim.

    b. Pergerakan Tanpa Bola

    Pemain tidak selalu harus membawa bola. Pergerakan tanpa bola sangat penting untuk menarik pemain lawan dan menciptakan peluang.

    c. Serangan Melalui Sayap

    Serangan dilakukan melalui sisi kanan atau kiri lapangan untuk kemudian memberikan umpan ke daerah pertahanan lawan.

    d. Counter Attack

    Counter attack atau serangan balik dilakukan dengan cepat setelah tim berhasil merebut bola dari lawan.

    Kunci serangan balik adalah kecepatan, ketepatan passing, dan pengambilan keputusan.


    5. Strategi Bertahan

    Strategi bertahan bertujuan mencegah lawan menciptakan peluang dan mencetak gol.

    Beberapa bentuk pertahanan:

    a. Man-to-Man Marking

    Setiap pemain bertanggung jawab menjaga pemain lawan tertentu.

    b. Zone Defense

    Pemain bertanggung jawab menjaga area tertentu di lapangan, bukan hanya mengikuti satu pemain lawan.

    c. Pressing

    Pressing adalah usaha memberikan tekanan kepada pemain lawan yang sedang menguasai bola agar melakukan kesalahan atau kehilangan bola.

    d. Intercept

    Intercept adalah usaha memotong atau merebut bola yang sedang dioper oleh lawan.


    6. Formasi Permainan

    Formasi merupakan susunan posisi pemain dalam sebuah tim.

    Beberapa formasi yang dapat dikenalkan kepada peserta didik:

    4-4-2

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 4 pemain tengah.
    • 2 pemain depan.

    Formasi ini relatif seimbang antara pertahanan dan serangan.

    4-3-3

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 3 pemain tengah.
    • 3 pemain depan.

    Formasi ini lebih menekankan permainan menyerang dan pemanfaatan lebar lapangan.

    4-2-3-1

    Terdiri dari:

    • 4 pemain belakang.
    • 2 gelandang bertahan.
    • 3 gelandang menyerang.
    • 1 penyerang.

    Formasi ini memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan.


    7. Peraturan Dasar Sepak Bola

    Peserta didik perlu memahami beberapa peraturan dasar, seperti:

    • Permainan dimainkan oleh dua tim.
    • Setiap tim berusaha memasukkan bola ke gawang lawan.
    • Pemain selain penjaga gawang tidak boleh memainkan bola dengan tangan secara sengaja.
    • Bola keluar melalui garis samping dilanjutkan dengan throw-in.
    • Bola keluar melalui garis gawang setelah menyentuh pemain bertahan dapat menghasilkan tendangan sudut.
    • Pelanggaran tertentu dapat menghasilkan tendangan bebas atau penalti.
    • Pemain dapat menerima kartu kuning atau kartu merah sesuai jenis pelanggaran.
    • Pemain harus memahami aturan offside.

    8. Kerja Sama dan Komunikasi

    Sepak bola bukan hanya tentang kemampuan individu. Keberhasilan sebuah tim sangat dipengaruhi oleh kerja sama antarpemain.

    Kerja sama dapat dilakukan melalui:

    • Komunikasi saat pertandingan.
    • Saling memberikan dukungan.
    • Menempati posisi sesuai tugas.
    • Membantu teman ketika kehilangan bola.
    • Melakukan koordinasi ketika menyerang dan bertahan.

    Contoh: ketika seorang pemain melakukan pressing terhadap lawan, pemain lain harus memberikan cover agar ruang di belakang pemain tersebut tidak mudah dimanfaatkan lawan.


    9. Sportivitas dalam Permainan

    Sportivitas merupakan sikap penting dalam pembelajaran sepak bola.

    Peserta didik diharapkan mampu:

    • Mematuhi peraturan.
    • Menghormati keputusan wasit.
    • Menghargai lawan.
    • Tidak melakukan tindakan kekerasan.
    • Menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.
    • Menghargai teman satu tim.
    • Bermain secara jujur dan bertanggung jawab.

    10. Penerapan dalam Permainan

    Setelah mempelajari teknik dan strategi, peserta didik menerapkannya melalui small-sided game atau permainan yang dimodifikasi.

    Contoh:

    Permainan 5 vs 5

    • Passing maksimal 3 sentuhan.
    • Tim harus melakukan minimal 3 passing sebelum shooting.
    • Pemain mendapatkan poin tambahan jika berhasil mencetak gol melalui kombinasi passing.
    • Peserta didik bergantian memainkan posisi menyerang dan bertahan.

    Melalui permainan tersebut, peserta didik belajar menganalisis situasi, mengambil keputusan, bekerja sama, berkomunikasi, dan menerapkan teknik dalam situasi nyata.



  • Selasa, 11 Agustus 2026

    Atletik

    Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mapel : Penjaskes 

    Hari / tanggal : Senin, 10 Agustus 2026

    Kelas : XI IPA 4

    Materi : Atletik ( lari Sprint dan Lari Estafet )

    Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

    1. Menjelaskan pengertian atletik pada remaja dengan benar.

    2. Mempraktikkan teknik dasar aletik

    3. Menjalankan simulasi perlombaan atletik


    ๐Ÿ† Pengertian Atletik Atletik adalah cabang olahraga yang terdiri atas nomor jalan, lari, lompat, dan lempar, serta menjadi dasar bagi banyak cabang olahraga lainnya.


    ๐Ÿ† Nomor-Nomor Atletik

    Jalan cepat

    Lari (sprint, jarak menengah, jarak jauh, estafet, lari gawang)

    Lompat (lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, lompat galah)

    Lempar (tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil)


    ๐Ÿ† Teknik Dasar yang Dipelajari

    Lari Sprint (100–400 m):

    Start jongkok

    Teknik berlari

    Memasuki garis finis


    Lompat Jauh:

    Awalan

    Tolakan

    Melayang

    Mendarat


    Tolak Peluru:

    Cara memegang peluru

    Sikap awal

    Gerakan menolak

    Sikap akhir


    ๐Ÿ† Peraturan Dasar

    Menggunakan perlengkapan yang sesuai.

    Mematuhi aba-aba wasit.

    Tidak melakukan pelanggaran, seperti false start pada lari atau menginjak papan tumpuan pada lompat jauh.


    ๐Ÿ†Nilai-Nilai Karakter

    Disiplin

    Sportivitas

    Percaya diri

    Kerja sama

    Tanggung jawab


    Aktivitas Pembelajaran

    Pemanasan.

    Latihan teknik dasar secara berkelompok.

    Praktik nomor atletik (lari, lompat, atau tolak peluru).

    Pendinginan dan refleksi.


    ๐Ÿ† Penilaian

    Sikap: Disiplin, sportivitas, kerja sama.

    Pengetahuan: Pengertian, teknik, dan peraturan atletik.

    Keterampilan: Kemampuan mempraktikkan teknik dengan benar.






     Refleksi Pembelajaran Lari Estafet – Kelas XII IPA 3

    Pembelajaran lari estafet di kelas XII IPA 3 secara umum berjalan dengan baik dan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan praktik. Sebagian besar siswa sudah mampu memahami konsep dasar lari estafet, seperti teknik berlari, cara memegang dan memberikan tongkat, serta pentingnya kerja sama dalam satu tim.


    Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa kendala, terutama pada koordinasi dan ketepatan saat pergantian tongkat. Beberapa siswa masih kurang percaya diri dalam menentukan waktu mulai berlari maupun saat menerima tongkat, sehingga pergantian terkadang kurang efektif. Selain itu, komunikasi antaranggota kelompok masih perlu ditingkatkan agar proses pergantian tongkat dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.


    Dari kegiatan tersebut, siswa dapat memahami bahwa keberhasilan lari estafet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu dalam berlari, tetapi juga oleh kerja sama, komunikasi, kekompakan, ketepatan teknik, dan tanggung jawab setiap anggota tim.


    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, pembelajaran lari estafet di kelas XII IPA 3 berlangsung cukup baik. Siswa telah memperoleh pengalaman dalam menerapkan teknik dasar lari estafet secara langsung dan memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai hasil yang optimal. Ke depan, latihan perlu lebih difokuskan pada teknik pergantian tongkat, koordinasi antar pelari, dan peningkatan kecepatan serta ketepatan dalam pergantian tongkat.












    Rabu, 22 Juli 2026

    Atletik

    Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mapel : Penjaskes 

    hari / tanggal : Rabu, 22 Juli 2026

    Kelas : XI IPA 3

    materi : Atletik ( lari Sprint dan Lari Estafet )

    Tujuan Pembelajaran


    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

    1. Menjelaskan pengertian atletik pada remaja dengan benar.

    2. Mempraktikkan teknik dasar aletik

    3. Menjalankan simulasi perlombaan atletik


    ๐Ÿ† Pengertian Atletik Atletik adalah cabang olahraga yang terdiri atas nomor jalan, lari, lompat, dan lempar, serta menjadi dasar bagi banyak cabang olahraga lainnya.

    ๐Ÿ† Nomor-Nomor Atletik

    Jalan cepat

    Lari (sprint, jarak menengah, jarak jauh, estafet, lari gawang)

    Lompat (lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, lompat galah)

    Lempar (tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil)

    ๐Ÿ† Teknik Dasar yang Dipelajari

    Lari Sprint (100–400 m):

    Start jongkok

    Teknik berlari

    Memasuki garis finis

    Lompat Jauh:

    Awalan

    Tolakan

    Melayang

    Mendarat

    Tolak Peluru:

    Cara memegang peluru

    Sikap awal

    Gerakan menolak

    Sikap akhir

    ๐Ÿ† Peraturan Dasar

    Menggunakan perlengkapan yang sesuai.

    Mematuhi aba-aba wasit.

    Tidak melakukan pelanggaran, seperti false start pada lari atau menginjak papan tumpuan pada lompat jauh.

    ๐Ÿ†Nilai-Nilai Karakter

    Disiplin

    Sportivitas

    Percaya diri

    Kerja sama

    Tanggung jawab

    Aktivitas Pembelajaran

    Pemanasan.

    Latihan teknik dasar secara berkelompok.

    Praktik nomor atletik (lari, lompat, atau tolak peluru).

    Pendinginan dan refleksi.

    ๐Ÿ† Penilaian

    Sikap: Disiplin, sportivitas, kerja sama.

    Pengetahuan: Pengertian, teknik, dan peraturan atletik.

    Keterampilan: Kemampuan mempraktikkan teknik dengan benar.

    https://canva.link/byl6d9p5hwu1w77 







    Kamis, 05 Maret 2026

    Pergaulan bebas remaja

    Nama guru         : Muhammad Yusuf S.Pd
    Mapel                 : Penjaskes 
    hari / tanggal      : Jumat, 6 Maret 2026
    Kelas                  : XI IPA 4
    materi                 : Pergaulan bebas remaja

    Tujuan Pembelajaran
    Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu :

    1. Menjelaskan pengertian pergaulan bebas pada remaja dengan benar.
    2. Mengidentifikasi faktor penyebab pergaulan bebas di lingkungan remaja.
    3. Menjelaskan dampak negatif pergaulan bebas terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.
    4. Menunjukkan sikap bijak dalam memilih pergaulan yang sehat dan positif.
    5. Menyajikan contoh perilaku pergaulan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

    Pergaulan Bebas pada Remaja (PJOK)



    1. Pengertian Pergaulan Bebas 
    Pergaulan bebas adalah perilaku pergaulan yang tidak sesuai dengan norma agama, norma sosial, dan nilai moral yang berlaku di masyarakat. Pada masa remaja, pergaulan sangat penting karena membantu proses perkembangan sosial. Namun jika tidak dibatasi oleh nilai dan aturan, pergaulan dapat mengarah pada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.




    2. Faktor Penyebab Pergaulan Bebas
    Pergaulan bebas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

    a. Faktor keluarga
    Kurangnya perhatian dari orang tua.
    Kurangnya pengawasan terhadap anak.

    b. Faktor lingkungan
    Lingkungan pertemanan yang kurang baik.
    Pengaruh teman sebaya.

    c. Faktor media dan teknologi
    Pengaruh media sosial atau internet tanpa pengawasan.

    d. Faktor pribadi
    Rasa ingin tahu yang tinggi pada masa remaja.
    Kurangnya pemahaman tentang dampak negatif perilaku tersebut.



    3. Dampak Negatif Pergaulan Bebas
    Pergaulan bebas dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti :

    a. Dampak kesehatan
    Risiko penyakit menular.
    Gangguan kesehatan fisik dan mental.

    b. Dampak sosial
    Rusaknya hubungan dengan keluarga.
    Dijauhi oleh masyarakat.

    c. Dampak pendidikan
    Menurunnya prestasi belajar.
    Tidak fokus pada masa depan.



    4. Cara Menghindari Pergaulan Bebas
    Beberapa cara yang dapat dilakukan remaja untuk menghindari pergaulan bebas yaitu :

    • Memilih teman yang memiliki perilaku positif.
    • Mematuhi aturan keluarga dan sekolah.
    • Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler
    • Memiliki prinsip dan mampu mengatakan tidak terhadap ajakan yang negatif.
    • Mendekatkan diri kepada nilai moral dan agama.

    5. Contoh Pergaulan Sehat pada Remaja
    Pergaulan yang sehat dapat dilakukan dengan cara :

    • Saling menghormati dan menghargai teman.
    • Bekerja sama dalam kegiatan sekolah.
    • Mendukung teman untuk melakukan kegiatan positif.
    • Menjaga perilaku dan sopan santun dalam berinteraksi.


    Assessment (Penilaian Pembelajaran)
    a. Penilaian Pengetahuan
    Bentuk: Tes tertulis / kuis.
    Contoh soal :

    Apa yang dimaksud dengan pergaulan bebas?
    Sebutkan minimal 3 dampak negatif dari pergaulan bebas!
    Bagaimana cara menghindari pergaulan bebas di lingkungan remaja ?

    Refleksi Pembelajaran 


    Rabu, 04 Februari 2026

    Senam irama

    Guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mata pelajaran : Penjaskes 

    Kelas : XI 

    Pertemuan : Pertama

    CP : Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak


    ATP : Peserta didik mampu mempraktikkan teknis dasar senam irama 


    Pengertian Senam Irama

    Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau hitungan, menekankan keluwesan, kesinambungan gerak, dan ketepatan irama.


    Tujuan Senam Irama

    Meningkatkan kebugaran jasmani

    Melatih kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi

    Mengembangkan rasa ritme dan keindahan gerak

    Membentuk postur tubuh yang baik

    Melatih konsentrasi dan kepercayaan diri

    Unsur-unsur Senam Irama

    Irama

    Gerakan harus sesuai dengan musik atau hitungan.

    Kelenturan

    Gerakan dilakukan dengan lemas dan tidak kaku.

    Kontinuitas Gerakan

    Gerakan mengalir tanpa terputus.

    Ketepatan Gerak

    Gerakan harus sesuai teknik dan irama.


    Macam-macam Senam Irama

    1. Senam Irama Tanpa Alat

    Gerakan tubuh saja

    Contoh: senam kebugaran, senam SKJ

    2. Senam Irama Dengan Alat

    Menggunakan alat sederhana

    Contoh: pita, bola, simpai (hulahop), tali

    Kamis, 15 Januari 2026

    Badminton

     Guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mata pelajaran : Penjaskes 

    Kelas : XI 

    Pertemuan : Pertama


    CP : Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak


    ATP : Peserta didik mampu mempraktikkan teknis dasar permainan badminton secara berpasangan ( ganda putra dan putri )


    Pengertian Bulutangkis

    Bulutangkis adalah permainan olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (tunggal) atau dua pasangan (ganda) dengan tujuan memukul shuttlecock melewati net dan jatuh di bidang lawan.

    B. Sarana dan Prasarana

    Raket

    Shuttlecock (kok)

    Net

    Tinggi net: 155 cm (tiang) dan 152 cm (tengah)

    Lapangan

    Panjang: 13,40 m

    Lebar:

    Tunggal: 5,18 m

    Ganda: 6,10 m

    C. Teknik Dasar Bulutangkis

    1. Pegangan Raket (Grip)

    Forehand grip

    Backhand grip

    2. Sikap Berdiri (Stance)

    Sikap siap

    Sikap menyerang

    Sikap bertahan

    3. Gerakan Kaki (Footwork)

    Langkah maju, mundur, ke samping, dan menyilang

    Bertujuan menjangkau shuttlecock dengan cepat dan seimbang

    4. Pukulan Dasar

    Servis

    Servis pendek

    Servis panjang

    Clear (pukulan tinggi ke belakang)

    Drop shot (pukulan tipis dekat net)

    Smash (pukulan keras menukik)

    Drive (pukulan datar cepat)

    Netting (pukulan tipis di depan net)

    D. Peraturan Permainan

    Sistem skor: Rally point

    Maksimal skor: 21 poin

    Menang 2 set dari 3 set

    Jika skor 20–20 (deuce), permainan dilanjutkan sampai selisih 2 poin

    Jika 29–29, siapa yang mendapat poin ke-30 menang

    Selasa, 04 November 2025

    Pola Hidup Sehat

    Guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mata pelajaran : Penjaskes 

    Kelas : XI 

    Pertemuan : Pertama


    CP : Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak


    ATP : Peserta didik memahami pentingnya pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mempraktikkan cara enjalankan pola hidup sehat 


    Pola hidup sehat adalah cara atau kebiasaan hidup sehari-hari yang membantu menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat, bugar, serta terhindar dari penyakit. 


    ๐Ÿฅ— 1. Pola Makan Sehat

    Konsumsi makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral).

    Perbanyak sayur dan buah.

    Kurangi makanan cepat saji, gorengan, dan makanan tinggi gula atau garam.

    Minum air putih minimal 8 gelas per hari.

    Makan dengan teratur (3 kali makan utama dan 2 kali camilan sehat).


    ๐Ÿƒ‍♂️ 2. Rutin Berolahraga

    Lakukan olahraga minimal 30 menit per hari, 3–5 kali seminggu.

    Pilih olahraga sesuai minat: jogging, bersepeda, berenang, atau jalan cepat.

    Peregangan ringan juga penting untuk melancarkan peredaran darah.


    ๐Ÿ˜ด 3. Istirahat Cukup

    Tidur 7–9 jam per malam.

    Hindari begadang tanpa alasan penting.

    Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.


    ๐Ÿšญ 4. Hindari Kebiasaan Buruk

    Tidak merokok.

    Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

    Batasi penggunaan gawai berlebihan, terutama sebelum tidur


    ๐Ÿง  5. Menjaga Kesehatan Mental

    Kelola stres dengan baik (meditasi, doa, hobi, atau berbicara dengan teman).

    Bersyukur dan berpikir positif.

    Luangkan waktu untuk istirahat dari kesibukan.


    ๐Ÿงด 6. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

    Mandi dua kali sehari.

    Cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.

    jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.


    ๐Ÿ’‰ 7. Pemeriksaan Kesehatan Rutin

    Cek kesehatan minimal setahun sekali.

    Perhatikan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula.


    Selasa, 14 Oktober 2025

    Pola hidup sehat

    Guru : Muhammad Yusuf S.Pd

    Mata pelajaran : Penjaskes 

    Kelas : XI 

    Pertemuan : Pertama

    CP : Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak

    ATP : Peserta didik memahami pentingnya pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mempraktikkan cara enjalankan pola hidup sehat 


    Pola hidup sehat adalah cara atau kebiasaan hidup sehari-hari yang membantu menjaga tubuh dan pikiran tetap sehat, bugar, serta terhindar dari penyakit. 

    ๐Ÿฅ— 1. Pola Makan Sehat

    Konsumsi makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral).

    Perbanyak sayur dan buah.

    Kurangi makanan cepat saji, gorengan, dan makanan tinggi gula atau garam.

    Minum air putih minimal 8 gelas per hari.

    Makan dengan teratur (3 kali makan utama dan 2 kali camilan sehat).


    ๐Ÿƒ‍♂️ 2. Rutin Berolahraga

    Lakukan olahraga minimal 30 menit per hari, 3–5 kali seminggu.

    Pilih olahraga sesuai minat: jogging, bersepeda, berenang, atau jalan cepat.

    Peregangan ringan juga penting untuk melancarkan peredaran darah.


    ๐Ÿ˜ด 3. Istirahat Cukup

    Tidur 7–9 jam per malam.

    Hindari begadang tanpa alasan penting.

    Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.


    ๐Ÿšญ 4. Hindari Kebiasaan Buruk

    Tidak merokok.

    Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

    Batasi penggunaan gawai berlebihan, terutama sebelum tidur


    ๐Ÿง  5. Menjaga Kesehatan Mental

    Kelola stres dengan baik (meditasi, doa, hobi, atau berbicara dengan teman).

    Bersyukur dan berpikir positif.

    Luangkan waktu untuk istirahat dari kesibukan.


    ๐Ÿงด 6. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

    Mandi dua kali sehari.

    Cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.

    Jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.


    ๐Ÿ’‰ 7. Pemeriksaan Kesehatan Rutin

    Cek kesehatan minimal setahun sekali.

    Perhatikan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula.


    Rabu, 20 Agustus 2025

    Kebugaran Jasmani

    Mata pelajaran : Penjaskes 

    Kelas : XI 

    Pertemuan : Kedua

    CP : Peserta didik merancang, menerapkan, dan menghaluskan keterampilan gerak spesifik di dalam berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menciptakan dan mengembang-kan strategi gerak untuk mendapatkan keberhasilan capaian keterampilan gerak melintasi berbagai situasi gerak yang menantang. Peserta didik menerapkan konsep gerak di dalam situasi gerak baru yang menantang dan menganalisis dampak tiap konsep pada capaian keterampilan gerak

    ATP : Peserta didik memahami pentingnya kebugaran jasmani dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan kebugaran jasmani 


    Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan efektif dan efisien tanpa merasa terlalu lelah, serta memiliki cadangan energi untuk kegiatan lain. Ini mencakup berbagai aspek seperti kekuatan otot, daya tahan, kelenturan, dan komposisi tubuh yang sehat. 

    Pengertian Kebugaran Jasmani:

    Kebugaran jasmani bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga tentang kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap beban fisik dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Kebugaran jasmani yang baik memungkinkan seseorang untuk beraktivitas sehari-hari dengan lebih baik, memiliki energi lebih, dan mengurangi risiko penyakit. 

    Unsur-unsur Kebugaran Jasmani:

    Kekuatan: Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya.

    Daya Tahan: Kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas dalam jangka waktu lama.

    Kelenturan: Kemampuan sendi untuk bergerak secara maksimal.

    Komposisi Tubuh: Perbandingan antara massa otot, lemak, dan tulang dalam tubuh.

    Daya Tahan Kardiovaskular: Kemampuan jantung dan paru-paru untuk memasok oksigen ke otot. 

    Manfaat Kebugaran Jasmani:

    Meningkatkan energi dan stamina.

    Mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

    Meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

    Membantu menjaga berat badan ideal.

    Meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang.

    Meningkatkan kualitas tidur. 

    Latihan Kebugaran Jasmani:

    Berbagai jenis latihan dapat dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, seperti: 

    Latihan Kekuatan: Angkat beban, push-up, sit-up.

    Latihan Daya Tahan: Berlari, bersepeda, berenang, senam aerobik.

    Latihan Kelenturan: Peregangan, yoga, pilates.

    Latihan Kardiovaskular: Jalan cepat, jogging, bersepeda, senam aerobik. 

    XII IPA 2

      Nama guru : Muhammad Yusuf S.Pd Mapel : Penjaskes  Hari / tanggal : Selasa, 08 September 2026 Kelas : XII IPA dan IPS Materi : Permainan B...